Saatnya Main...

Permainan tradisional bermanfaat untuk mengembangkan konsep diri, kreativitas, komunikasi, aspek fisik dan motorik, aspek sosial, aspek emosi atau kepribadian, dan aspek kognitif.

Dalam permainan tradisional, anak-anak juga diajarkan menjadi pribadi yang terbuka dan mampu bekerja sama dengan teman kelompoknya.

Kadaplak

Kadaplak sebuah alat angkut tradisional yang digunakan warga desa untuk mengangkut hasil bumi berupa daun tembakau pada era penjajahan Belanda. Kadaplak menggantikan peran troli di mall di jaman sekarang. Kereta kadaplak terbuat dari bambu dan kayu menggunakan roda berdiameter 20-30cm terbuat dari kayu.

Kadaplak ini yang kini digunakan untuk memacu adrenalin penggunanya saat menuruni jalan di perbukitan sepanjang hampir 100 meter. Diperlukan nyali ekstra mengendarai kadaplak di jalan curam. Karena ‘kendaraan’ ini tidak dilengkapi kemudi dan rem.

Enggrang Batok

Egrang batok adalah permainan egrang yang menggunakan tempurung kelapa atau bambu sebagai pijakan dan diberi tali pengait untuk mengangkat kaki yang dipijakkan.

Jadi, ketika teman-teman memainkan egrang batok, teman-teman akan berjalan dengan tempurung tersebut dan digunakan sebagai pijakan. Selain itu, teman-teman juga harus menggunakan kedua tangan untuk memegang masing-masing tali pengait, jadi tempurung yang dipijak tidak bergeser. Permainan egrang batok biasanya dijadikan ajang kompetisi berupa balapan dan pemenangnya ialah yang akan sampai terlebih dulua di garis finish sembari berjalan dengan tempurung di telapak kaki.